Unila Gandeng KTPI, Satukan Kampus dan Praktik Kesehatan Alami Berbasis Riset

Bandarlampung – Universitas Lampung (Unila) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) dalam kerja sama pengembangan edukasi dan riset kesehatan alami. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (30/1), sebagai upaya menyinergikan dunia akademik dengan praktik kesehatan berbasis kearifan masyarakat.

 

Kerja sama ini merupakan komitmen Unila untuk membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, sekaligus menjawab kebutuhan pengembangan metode kesehatan alami yang teruji secara ilmiah.

 

Penandatanganan PKS dihadiri jajaran pimpinan Unila, di antaranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. Momentum tersebut menjadi fondasi formal bagi kedua pihak dalam membangun kolaborasi berkelanjutan.

 

Sebelum penandatanganan, kegiatan diawali dengan ceramah umum yang disampaikan Ketua Umum KTPI Indonesia, Ustad Abdurrahman. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan kesehatan alami, khususnya metode totok punggung, yang tidak hanya bersandar pada praktik tradisional, tetapi juga membutuhkan penguatan kajian ilmiah.

 

Dengan kerja sama ini, Unila dan KTPI menyepakati pengembangan empat fokus utama, yakni riset dan penelitian ilmiah untuk memvalidasi metode totok punggung, pelatihan dan sertifikasi praktisi, edukasi serta seminar kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat.

 

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong praktik kesehatan alami agar tumbuh lebih kredibel, terstandar, dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

 

Ke depan, Unila dan KTPI menempatkan kesehatan alami bukan sekadar alternatif, melainkan bagian dari ekosistem ilmu pengetahuan yang terbuka, kritis, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *