Jalan Rusak Membelah Harapan Warga Sukabumi

Pagi belum benar-benar ramai di Jalan Pangeran Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Namun suara hentakan kendaraan sudah terdengar bersahutan. Motor-motor melambat, truk besar berguncang keras, sementara genangan air berwarna cokelat menutupi lubang-lubang yang menganga di badan jalan.

Di ruas jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer menuju perbatasan Kabupaten Lampung Selatan itu, pengendara seperti sedang mempertaruhkan nyawa setiap hari.

Lubang-lubang besar tersebar hampir di sepanjang jalan. Aspal yang dulu rata kini pecah dan bergelombang. Saat musim panas, debu beterbangan masuk ke rumah warga. Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi jebakan.

Warga Kelurahan Campang Jaya mengaku kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius.

Jalan Pangeran Tirtayasa bukan jalan kecil yang sepi aktivitas. Jalur ini menjadi akses penghubung warga Sukabumi menuju kawasan perbatasan Lampung Selatanq maupun ke pusat kota Bandar Lampung.

Wilayah Campang Jaya juga kerap dilintasi kendaraan bertonase besar menuju kawasan industri. Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan itu.

Kerusakan jalan bahkan disebut semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak bertahan lama.

Bagi masyarakat sekitar, persoalan ini bukan sekadar soal infrastruktur. Jalan rusak telah berubah menjadi sumber kecemasan harian.

Ibu-ibu yang mengantar anak sekolah harus ekstra hati-hati. Pengendara ojek online memilih mengurangi kecepatan karena takut terpeleset. Bahkan tidak sedikit warga yang mengaku pernah menyaksikan langsung pengendara motor terjatuh akibat menghantam lubang yang cukup dalam.

Kekecewaan warga pun perlahan berubah menjadi rasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Bandar Lampung. Mereka merasa wilayah Sukabumi, khususnya Kelurahan Campang Jaya, seperti dianaktirikan dalam pembangunan.

Di tengah pesatnya pembangunan di sejumlah kawasan pusat kota, warga menganggap akses jalan utama di lingkungan mereka justru terabaikan.

“Kalau daerah lain jalannya mulus, di sini bertahun-tahun begini terus,” keluh seorang warga setempat

Ironisnya, beberapa warga bahkan sempat melakukan perbaikan mandiri dengan menimbun lubang menggunakan batu dan tanah seadanya demi mengurangi risiko kecelakaan. Upaya swadaya itu dilakukan karena mereka tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian.

Sebab bagi masyarakat Sukabumi dan Campang Jaya, Jalan Pangeran Tirtayasa bukan hanya jalur penghubung. Jalan itu adalah denyut aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga harapan warga agar pemerintah hadir lebih dekat dengan mereka.

Penulis

Redaktur Harian Kandidat

Agung Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *